Tuesday, September 17, 2013

[OGSINA] Part 3: August 31st

Akhirnya bisa nulis part konsernya, ya ... Sudah dua minggu lebih setelah tanggal 31 Agustus. Sabtu kemarin MEISnya dibanjiri lautan merah muda oleh SONE–sebutan untuk penggemar SNSD–karena SNSD konser. Aku nggak nonton yang SNSD, sih. Masih puas nonton OGS haha ...

Aku nonton Infinite aja bersyukur banget. Sudah melewatkan dilema dan hampir nggak jadi nonton karena ada rekruitmen OSIS T^T Alhamdulillah saat rekruitmen lolos tahap pertama. Tapi seleksi tahap keduanya itu hari Kamis-Sabtu. Sabtunya OGS, dan memang aku agak kurang sehat di hari-hari itu. Akhirnya memutuskan untuk bertemu inspirator saja *tsahh* at least, nggak ada penyesalan juga. 

Bayangkan kalau misalnya aku keterima OSIS. Nilai aja *cough* nggak terlalu bagus *cough*, lagipula dibalik setiap kejadian ada hikmahnya, kok. Alhamdulillah saja aku mendapat "kesibukan" yang dapat dikerjakan. Bahkan hampir melupakan postingan di blog ini ... (barusan juga nonton ulang fancam-fancam dari OGS xD)

Ok, throwback ke tanggal 31, ya.

Dimulai dari pukul 9 lewat, aku terbangun–untuk yang kedua kalinya–di pagi hari. Jelas yang pertama aku sudah bangun untuk sholat subuh kemudian tertidur kembali. Bangun tidur langsung cek twitter. Ternyata pukul 9 sudah ada yang sampai di MEIS dan ada pula yang baru berangkat. Sementara aku ................... janjian berangkat kesana dari rumah Intan baru pukul 3 sore nanti ........ /jengjengjeng/ 

Dari kemarin malam aku sudah menyiapkan hal-hal seperti teropong, kaos, dan banner.

Untuk teropong, belajar dari pengalaman saat SMTown INA 22 September 2012 lalu, nonton di tribun dan nggak bawa teropong. Alhasil hanya bisa melihat semut-semut menari dengan mata telanjang. Untungnya temanku membawa teropong sehingga bisa melihat lebih jelas. Tapi teropongnya yang dua lensa/? gitu, bukan teropong boscha dibawa-bawa /apa.

Kalau kaos dan bannernya, aku ikut projek donasi banner dari fanbase-fanbase Infinite. Donasi Rp. 100.000,00 dapat kaos beserta bannernya. Bannernya ada dua. Nantinya dibagikan ke seluruh penonton dan diangkat pada lagu yang ditentukan.

Ini yang diangkat saat lagu Man In Love.
Tulisannya uriga saranghalddaen.
Artinya (kurang lebih) "ketika kami mencintai"

Yang ini diangkat saat encore, lagu terakhir. With.
Pas ngangkat banner agak nggak becus/? soalnya sambil nangis haha :"D

Walau pada akhirnya dapet banner-banner ini double karena dibagikan juga di venue. Tadinya aku juga sempat dilema antara ingin membawa kamera atau tidak. Karena tidak diperbolehkan dan "katanya" pengamanannya ketat padahal kenyataannya TIDAK DI CEK SAMA SEKALI. Hahaha, nyesel banget nggak bawa ...

Persiapan malam itu kurang lebih masih 50%, lah. Lightstick pun belum punya. Kan kurang afdol kalau nonton konser tanpa menggoyangkan lightstick. Niatnya ingin beli di MEIS. Tapi mendadak beberapa hari sebelum konser diberi tahu oleh promotor kalau official merchandisenya tidak akan dijual di sana. Online shop-online shop yang membuka orderan lightstick OGS juga pada nggak dapat karena sudah sold out di Koreanya. Belum juga atribut-atribut lain seperti bando dan tato stiker.

Agak kecewa, sih, karena pemberi tahuan mengenai pembatalan penjualan official merchandisenya mendadak. Sudah yakin bahwa nggak akan bisa membuat pearl metal gold ocean (pakai lightstick) seperti yang diharapkan sebelumnya. Unofficial lightstick kan warnanya belum pasti warna pearl metal gold, warna fandom Inspirit.

Oh iya, sempat ling lung, lho. Lupa konsernya hari Sabtu atau Minggu /jeder. Sampai nanya ke ayah ...

Ayah: "Bukannya konsernya besok?"
Aku: "Hah? Besok, ya?"
Ayah: "Iya, kan?"
Aku: "Sekarang tanggal berapa? 31 bukan?" /langsung cek kalender/ "Iya, yah, ini tanggal 31. Konsernya hari ini!"

Kurang lebih seperti itu ......... Aku langsung mandi dan bersiap-siap pergi ke Kota Kasablanka. Mama ada reuni dulu dan aku serta adik-adik ikut. Nantinya di drop di rumah Intan. Sepertinya hanya aku yang jalan ke mall dulu sebelum nonton konser =_=

Skip aja bagian di KoKas-nya karena nggak ada hubungan apa-apa sama post ini/?

Pukul tiga sore lewat aku sudah sampai di rumah Intan. Qeesha rupanya sudah sampai lebih dahulu, pukul dua katanya. Tinggal menunggu kakak sepupu Intan, Mbak Kiky untuk sampai. Syukurlah rumahnya dekat dari rumah Intan.

Kami berangkat dari MEIS mungkin sekitar pukul setengah empat. Kukira jalan ke Ancol akan macet karena ada konser. Ternyata jauh dari yang dibayangkan, lancar pake banget!

Sampai di kawasan Taman Impian Jaya Ancol sekitar pukul empat karena jarak rumah Intan ke Ancol cukup dekat. Ngobrol-ngobrol sama Qeesha dan Intan mengingat kapan terakhir kali kami pergi ke Ancol. Aku ... kapan, ya, terakhir kali kesana? Lupa, hihi .........

Sebagai orang Jakarta, aku baru tahu letak persisnya MEIS itu dimana dan baru menyadari bahwa MEIS itu terletak di dalam mall Ancol Beach City a.k.a ABC. Pokoknya 100x lebih nyaman daripada nonton konser di Gelora Bung Karno seperti SMTown kemarin. Ya, namanya mall pasti bersih, kan. Especially toiletnya. Di dekat GBK juga sebenarnya ada mall namanya f(x) dan sebelum nonton SMTown aku, Qeesha, Alya sudah makan disana. Tapi masa iya dari dalam stadion GBK lari ke pintu keluar terus ke f(x)-nya buat nyari toilet bersih? Haha.

Hal pertama yang dilakukan saat turun dari mobil Intan adalah ... foto! Foto bersama tiket pakai polaroidnya Intan yang nggak dibawa masuk ke venue karena tidak diperbolehkan.

left-right: aku, Qeesha, Intan
Nah, itu kaos OGS hasil donasi aku/? hihi ...

Ceritanya siluet gitu/?

Tidak melupakan fakta bahwa Ancol adalah pantai, iseng "melukis" lambang Infinite di pasir

Habis itu ... kita jalan ke sekitar ABC dimana banyak yang menjual unofficial lightstick dan atribut-atribut lainnya. Aku, Intan, dan Qeesha memutuskan untuk membeli bando, lightstick, dan tato stiker.

Aku beli bando Hoya, Qeesha beli bando Sungjong, dan Intan bandonya bertuliskan Infinite.

lightstick pearl metal gold! >_<

Kami Aku juga sebenarnya berambisi mencari-cari fansite noona. Fansite noona adalah orang yang memotret apapun yang dilakukan idol yang mereka buat sebagai fansite. Noona adalah sebutan laki-laki pada kakak wanita. Karena Infinite adalah laki-laki jadi kami menyebutnya fansite noonaFansite sendiri adalah suatu website yang memuat hasil jepretan noona-noona itu. Biasanya suatu fansite akan membuat photobook atau kalender di akhir tahun.

Aku sendiri ingin bertemu Woohyun Honeytree (itu adalah nama fansitenya) noona, Hoya Macaron noona, lkimfannet noona, Hogam noona, dan noona-noona lainnya. Fansite-fansite inilah yang terkenal karena sering mendapat eye contact dengan idolanya pada hasil foto-foto mereka. Dan muncullah dugaan-dugaan fans yang mengira bahwa noona yang sering mendapat eye contact itu berarti cantik atau disukai oleh idolanya itu. Maka itu idolanya sering melirik ke kamera dia.

Dugaan-dugaan inilah sebenarnya yang menumbuhkan rasa penasaran para fans tentang fansite noona dibalik topeng.

Tadi juga sempat melihat di twitter bahwa ada yang melihat Honeytree noona sedang makan di Solaria, dsb. Dan in the end aku gagal bertemu satupun fansite noona.

Sebenarnya Intan, Qeesha, dan Mbak Kiky sudah lapar tapi aku masih kekeuh mau mencari banner lain karena projek banner tidak hanya yang tadi. Tidak ketemu bannernya, kami akhirnya makan di Kopitiam pukul enam sore. Padahal open gatenya pukul enam. Tapi karena VVIP itu numbered seat, jadi kami santai-santai saja. Tempat duduknya nggak akan diambil orang, kok!

Setelah makan, kami baru mengantri. Mengantrinya di lantai dua ABC. Dan antriannya tidak panjang (mungkin sudah pada masuk duluan karena kami baru selesai makan).

Sebelum mengantri juga dapat banner untuk ulang tahun Sungjong dan Sungyeol yang berdekatan dengan tanggal 31. Yang di atas tulisannya Sungyeol-ah! Saengil chukhahae. Dan bawahnya adalah Sungjong-ah! Saengil chukhahae. Artinya adalah "Sungyeol/Sungjong-ah! Selamat ulang tahun."

Saat pengecekan tiket di pintu masuk venue, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam. Otomatis aku panik ingin segera melihat ada kejadian apa. Ternyata oh ternyata ... MV Tasty (duo yang satu agensi dengan Infinite) yang berjudul MAMAMA diputar. Di MV itu ada Hoya dan Dongwoo. Selain itu, Hoya dan Dongwoo lah yang menulis lirik lagu untuk MAMAMA itu.

Suasana dalam venue sebelum konser dimulai

Setelah MV Tasty - MAMAMA, (aku lupa urutannya) yang jelas MV The Chaser, Sunggyu - 60 Seconds, dan beberapa MV lain diputar terus menerus menunggu konser mulai. Oh, dan banner yang kucari-cari untuk projek lain TERNYATA JUGA DIBAGIKAN DI VENUE. Padahal tadi nyari susah payah. Ngerepotin Intan, Qeesha, dan Mbak Kiky juga. Duh, malu. Maaf yaaaa ...

Ini banner bertuliskan urineun inpiniteureul mideoyo. Artinya "Kami percaya padamu, Infinite."
Ya, berkaitan dengan gabungnya Woollim Ent. dan SM C&C.
Kami, Inspirit akan selalu percaya pada Infinite apapun keputusannya *asek*

Sambil ber-spazzing dengan MV yang diputar, aku sesekali melirik jam di ponsel. Deg-degan. Berdo'a semoga tidak di delay dan sebagainya. Alhamdulillah tepat waktu.

Lewat beberapa menit setelah pukul delapan, lampu mulai dimatikan. MV Destiny Versi A mulai diputar. MV ini memang tidak di post di internet karena khusus diputar saat konser dan karena mengandung adegan pesawat dan mereka respect atas kejadian pesawat jatuh yang marak waktu tanggal perilisan, akhirnya tidak di post digantikan dengan Versi B.

Destiny Versi A selesai diputar, lightstick sudah mulai menyala menerangi gelapnya venue. Muncul VCR Infinite. Mengisahkan tentang "Music Is Dead" dan "Infinite is Dead". Mungkin maksudnya adalah jika musik itu mati, Infinite juga akan mati karena Infinite berkarir di dunia musik. Lalu para penari dengan lightstick ala polisi 

This one LOL

mulai menari. Tulisan "2013 INFINITE 1ST WORLD TOUR ONE GREAT STEP JAKARTA" terbelah oleh layar. Dan Infinite muncul di sebuah ..........................

Next post! HAHAHAH XD

Friday, September 6, 2013

[OGSINA] Part 2: Press Conference

Sebenernya ini belum ngomongin konsernya. Masih D-1, press conference One Great Step Indonesia di salah satu hotel di Jakarta.
Aku nggak dateng ke press conferencenya (iyalah, pass untuk masuknya dapat darimana haha =_=) tapi banyak fanbase dan fansite yang meng-update tentang press conference mereka disana. (cr: as tagged)



Mungkin nggak bakal panjang-panjang cerita di bagian 2 ini karena emang nggak nonton. Pass juga dapet dari mana kalau mau nonton haha =_=
Jadi presscon OGSINA ini diadakan di JW Marriott Hotel. Anak-anak Infinite tampil dengan setelan jas warna hitam dan putih. Kalo menurut dari update-update fanbase atau media yang datang, mereka ramah /claps/
Sungjong dan L katanya jarang ngomong, lebih anteng gitu aja. Berkebalikan dengan Woohyun dan Dongwoo yang *cough* hiperaktif *cough*. Sunggyu sepertinya tetap menampilkan “pesona”nya sebagai leader. Dan dikatakan bahwa Hoya juga paling sering ngomong “Saya senang.” setiap kalo selesai berbicara dengan Bahasa Korea.
Dan Woohyun juga menyanyikan lagu ‘Pelangi’ walau hanya sebait-dua bait. Yang fullnya di konser, dong. Hihihi … Kalau dilihat dari fancamnya, para tamu dan wartawan yang hadir ikut bernyanyi/? dan tertawa. Woohyun memang gitu, sih. Pecicilan, gombal. HAHAHA. Tapi paling banyak ngasih fanservice.
Kalau kata promotor, sih, mereka bakal bawain tiga lagu berbahasa Indonesia. Walau nyatanya hanya ‘Pelangi’. Mungkin belum banyak latihan dan belum banyak hafal. Tak apa lah, ‘Pelangi’ saja sudah cukup, kok. Malah pas konser satu stadion/? nyanyi bareng sama Infinite.
Aku sendiri nggak terlalu memperhatikan updates tentang presscon mereka. Entah kenapa hari Jum’at itu lagi nggak ada mood buat fangirlingan. Fangirling EXO pun juga nggak mood (karena memang besok yang konser Infinite, bukan EXO)
Sebagai penutup ini foto Hoya pas di presscon (cr: as tagged)




PS: Kalau besok tidak ada halangan mudah-mudahan Part 3 akan dipost mengingat seminggu yang lalu … tanggal 31 Agustus 2013 … pukul 20:00 WIB – 23:00 WIB …. Hihihi ….

Monday, September 2, 2013

[OGSINA] Part 1: Sold Out, Berburu Alfamart, Fix

Hari Senin, tanggal 15 Juli 2012 adalah hari resmi dimana siswa-siswi sekolahku, SMP Labschool Jakarta mengakhiri masa liburan akhir tahun ajaran mereka dan memasuki tahun ajaran baru, 2013-2014. Hari pertama aku resmi menjadi siswi kelas 8E /claps/ Anyway, selamat datang untuk siswa-siswi angkatan 22 SMP Labschool Jakarta~

Dikarenakan hari pertama, tentunya belum ada pelajaran dan para murid dipulangkan lebih cepat, pukul 10. Dan itu bertepatan dengan penjualan tiket online One Great Step Indonesia, konser Infinite, boyband asal Negeri Ginseng yang kuidolakan selain EXO.

Infinite adalah boyband beranggotakan 7 dorks bertalenta. Kim Sunggyu—sang leader yang *cough* tidak ber-mata *cough* tapi suaranya bikin merinding, Jang Dongwoo—main rapper dengan ketawanya yang membuat kita tertawa/?, Nam Woohyun—heart prince ber-emot =_=, Lee Howon! Kalau Woohyun itu heart prince, Hoya itu my prince /slapped. Hoya itu main dancernya Infinite, tergabung dalam sub-unit Infinite untuk genre hip-hop bersama Dongwoo, Infinite H. Lee Sungyeol—the dorkiest and the tallest one, Kim Myungsoo a.k.a L—visual bermuka dua, dan uri magnae Lee Sungjong—the most feminine …? Maksudku lemon candy boy. Hehehehehehehe …


Agensi Infinite adalah Woollim Entertainment yang dipimpin oleh Lee Jungyeop sajangnim, CEO yang tidak berperilaku seperti CEO/?. Check this one …

Left to Right: Jungyeop, Woohyun, Sunggyu


See? Dengan posenya bak anak gawl yang hmmm … begitulah. But I’m very proud of him (and Infinite)<3 Like father like son, lah. Infinite juga nggak beda jauh narsisnya sama dia. FYI aja, Jungyeop sajangnim itu sampai menjual rumahnya demi pembuatan MV Infinite – Be Mine. Ya, Woollim Entertainment dulu memang belum sebesar sekarang. Bahkan dulu saat mereka pertama kali debut, tak seperti idola-idola lain yang dorm atau tempat tinggalnya di apartemen atau rumah yang dibeli oleh agensi mereka, dorm Infinite pertama kali adalah rumah milik Jungyeop sendiri.

Ok, back to the story tentang tiket, ya.

Pukul 10 aku langsung berjalan ke SD Islam At-Taqwa—SD-ku dulu—bersama Intan, temanku yang juga seorang penggemar k-pop. Karena jarak antara Labschool dan At-Taqwa tidak terlalu jauh, kami sudah terbiasa berjalan kaki kesana. 

Kami berdua memang sudah berencana ingin menonton OGS ini di seat VVIP. Bersama dengan temanku satu lagi, Qeesha, dan sepupunya Intan. Maka itu, pukul 10 lebih sambil berjalan aku mencari-cari info tentang tiket itu dan benar, salah satu website penjualannya, tiket.com sudah dibuka. Spontan aku membuka alamat web mereka dan melihat-lihat. 

"Intan ..."
"Ya?"
"Tiket VVIP-nya ... sold out ..." "SOLD OUT, TAN! SOLD OUT!"
"DEMI APA!? SOLD OUT!?"
"IYAAA ...!" aku langsung menunjukkan layar ponselku sebagai buktinya. "Tapi nanti pukul 11 dibuka juga kok penjualannya di indotix.com. Juga bisa dibeli di Alfamart atau gedung Jamsostek,"
"AYO KITA BERBURU ALFAMART!"

Kurang lebih begitulah suasana menghebohkan ketika kami berdua tahu kalau tiketnya sold out. Entahlah apakah sekeliling kami—mahasiswa/i UNJ; karena At-Taqwa dan Labschool dibatasi Kampus UNJ—melihat aku dan Intan yang berteriak-teriak freak atau tidak. 

Karena ternyata adik-adikku pulang pukul 12, aku meminta izin mama untuk main ke rumah Intan dulu, diantar menggunakan mobil keluarga Intan. Di mobil, aku terus bercakap dengannya bagaimana cara agar kami bisa mendapat tiket VVIP-nya.

"Tan, serius mau berburu Alfamart?" 
"Iya. Ini gue lagi tanya nyokap dulu boleh atau nggak."
"Ntar bayarnya pake apa?"
"Pake kredit gue dulu aja."
"Hah? Serius? Nanti gue sama Qeesha transfer ke lo?"
"Iya. Yang penting kita dapet tiketnya."

Aku lupa alasannya yang jelas akhirnya Intan memutuskan untuk meminta kakak sepupunya yang akan ikut menonton untuk membeli tiketnya di indotix.com. Menggunakan kredit mama Intan. Kami diinformasikan bahwa mendapat seat di row E, di tengah bagian kanan. Tapi ...

"Nyokap gue gamau ngasih nomer kreditnya, Thi."
"Lah terus gimana? Pake kredit ortu gue? Bentar gue tanya dulu,"

Langsung saja aku me-whatsapp mama dan ayah untuk meminta nomor kredit mereka. Oh iya, lupa memberi tahu sebelumnya. Aku dan Intan sedang ditengah menjadi koki/? membuat cupcake.

Ayah nggak mau ngasih nomor kreditnya. Biar ayah aja yang beli langsung.

Tak sampai satu detik kemudian aku dan Intan sudah bernapas lega. Meminta maaf kepada sepupu Intan sudah merepotkannya cepat-cepat beli tiket. Maklum, takut sold out.

"Qeesha jadi nonton, kan? Tiketnya 4 kan?"
"Eh, nggak tahu, deh. Belum nanya lagi. Terakhir dia bilang sih dibolehin."

Ya, Qeesha belum confirm ke kami berdua kalau fix ikut nonton. Sementara ayah mungkin sudah mulai membeli tiketnya. Benar saja tak beberapa lama kemudian ayah me-whatsapp, menginformasikan bahwa tiketnya sudah dibeli dan kami mendapat row F seat 72-75. 

"Eh, Qeesha serius jadi, kan? Coba lo BBM-in deh, Tan ..."
"Ok ..."


Tapi BBM ke Qeesha belum di jawab-jawab. Membuat hatiku lagi-lagi gelisah padahal tadi sudah lega kalau tiketnya belum sold out di indotix.com.

Its a long long story to tell from that day, tapi Alhamdulillah Qeesha fix! Ya Allah, nggak kurang lega? Hahaha x)) Mungkin begitu aja/? 

Sampai bertemu di part berikutnya!