Sunday, September 1, 2013

Libur Lebaran

 
Libur lebaran kali ini aku, mama, dan kedua adikku lagi-lagi mengunjungi rumah eyang yang bertempat di Ciledug, Tangerang Selatan. Walau baru sekitar dua minggu yang lalu pulang dari sana, libur lebaran yang berdekatan dengan liburan akhir tahun ajaran lalu adalah salah satu alasan kami pergi kesini lagi.
Tanggal 1 Juli, pagi-pagi aku sudah menyiapkan barang bawaanku. Kami “mudik” menaiki mobil keluarga, sebuah sedan. Dan barang-barang seperti pakaian hanya ditaruh di keranjang-keranjang. Tidak dimasukkan ke koper ataupun kardus. Dengan barang bawaan yang banyak, akhirnya aku dan adik-adikku terpaksa duduk bersempit-sempitan agar tempatnya cukup.
Disana, aku kembali bertemu dengan Eyang Ti dan Eyang Kung. Juga dengan Tante Aik dan anak-anaknya, Rafi yang seumuran dengan Arza serta Rifqi yang baru dilahirkan setahun yang lalu.
Banyak yang kulakukan disana. Hampir sama seperti saat liburan dua minggu yang lalu. Menulis cerita—kali ini cerita baru karena cerita yang dikerjakan dua minggu lalu sudah selesai, bermain bersama adik-adik, menonton televisi, browsing di internet, makan, tidur, dan tentunya beribadah.
Tak terasa satu minggu berjalan cukup cepat. Malam sebelumnya, takbir mulai berkumandang saling bersahut-sahutan. Hati rasanya tenang bisa bertemu dengan lebaran tahun ini. Alhamdulillah … aku bermaaf-maafan dengan keluarga di rumah eyang. Pergi solat ied bersama-sama, juga makan ketupat bersama-sama. Setelah itu, kami semua berangkat ke rumah Eyang To di BSD untuk melanjutkan silaturahmi. Karena mobil keluargaku kecil dan tidak bisa menampung semua, akhirnya Eyang Ti dan Eyang Kung menaiki taksi untuk pergi kesana.
Selesai bersilaturahmi dan pulang kembali ke rumah eyang, aku sangat senang karena mendapat THR, juga tentunya senang bisa bersilaturahmi. Semua sudah tidur menyisakanku yang masih berkutik dengan cerita baru.
Hari kedua lebaran aku juga bersilaturahmi ke rumah Tante Elsye di Bogor. Ada kue cokelat karena kebetulan hari itu Tante Elsye ulang tahun. Aku juga memakan soto disana.
Hari ketiga, paginya mama berkata bahwa ia merasa ada sesuatu yang janggal di lebaran kali ini. Aku juga sependapat. Begitu pula Eyang Ti. Ya, kemarin-kemarin aku belum menyentuh sama sekali kue lebaran yang ada. Akhirnya, malam itu juga aku banyak memakan dan hampir menghabiskan tiga per empatnya.

Lebaran kali ini aku juga memotong rambutku. Tak apa tak ada baju baru, ada rambut baru sebagai penggantinya. Semoga saja aku dan seluruh keluarga besarku bisa bertemu di bulan Ramadhan dan lebaran tahun yang akan datang. Aamiin

1 comment: